Showing posts with label Careta. Show all posts
Showing posts with label Careta. Show all posts

Monday, January 1, 2018

Biar

Sudah banyak, bahkan terlalu banyak, orang yang bertanya padaku tentang bagaimana aku bertemu denganmu, mengenalmu, menyayangimu, bahkan sampai memantapkan hati untuk meminangmu.

Aku tidak ingin berspekulasi terlalu dalam, antara mereka terlalu heran dengan jalan yang kini telah kupilih, atau justru karena belum bisa mempercayai bahwa aku juga bisa menentukan pilihan penting dalam usia yang terbilang masih terlalu muda. Aku tidak peduli.

Aku dan kamu, untuk dapat saling menentukan pada satu arah tujuan yang sama, bukan dalam waktu yang sebentar, atau cukup dengan memejamkan kedua mata dengan erat, lalu membukanya dan berharap takdir tiba-tiba berpihak menjadi baik dan sesuai dengan apa yang selama ini kita harapkan, tidak. Aku berpikir sebelum benar-benar yakin akan menentukan pilihan hatiku terhadapmu. Engkaupun berpikir sebelum yakin bahwa aku adalah orang yang akan mampu membahagiakanmu. Bahkan kita juga sama saling meminta bantuan kedua orang tua kita dalam menentukan apakah pilihan yang akan kita buat akan mendapatkan restu mereka atau justru sebaliknya. Bukan perkara mudah. Karena seperti yang sering kita harapkan, ini akan menjadi yang pertama sekaligus untuk terakhir kalinya.


Jadi, entah mereka mau berpendapat apa, terserah! Kita telah sama-sama mereasa bahagia sejauh ini, dan hingga nanti.

Wednesday, December 27, 2017

RISKHA

/Jika pagi adalah cerita
Maka mengawali duasatu-satusatu menjadi salah
Bias dan ragu delapan:tujuh:satutujuh
Tidak untuk menafikan maksud
Hanya terkadang lupa untuk menambahkan sedikit derita, dahulu
Boleh jadi! Antara dan pada bagian tersulit yang terbuang

/Sedikit saja andai temukan nada pada cahaya siang
Tapi bukan terik; cukup menukik pada cerita sakit
duatujuh:duasembilan memilah secuil bagian sembilanempat:sembilantujuh
Jangan dianggap seakan menjadi sama
Disamakan, atau diusahakan sama,
Atau lagi tidak tertata perbedaan yang menua

/Manis-manis, senin-senin, untuk nanti dualima:duadua
Cukup indah! Ya? Terdoa tulus semoga

Palduding, 27 juli 2017

Saturday, December 16, 2017

Kuatku Tentangmu

Motivator?
Atau hanya motivasi saja?

Hm… butuh sesuatu yang hangat untuk membuat semangat kembali memikat. Saat lelah menggelayut manja mengajak pasrah, membuang begitu saja harapan meski telah lama terbayangkan.

Aku bisa menjadi diriku tanpa menoleh siapapun disekitarku.
Aku akan tetap bisa melangkah meski hanya kedua kaki yang temaniku.
Aku pun tetap akan menjadi apa yang aku mau.

Tapi jatuh!
Tidak selamanya aku kuat dengan kesendirian diantara gelap, saat rasa takut, ragu dan gelisah mulai merasuk, saat kedua kakiku mulai kaku dan tak sudi lagi aku ajak kompromi, dan saat aku mulai hilang kesadaran tentang apa yang aku mau selama ini?
Siapa aku?
Dan kemana aku mengarang semua kisah menjadi kelabu?

Yah! Kadang aku butuh bising untuk bahagiakan sepiku. Menikmati setiap kesumpekan yang kadang mendera tak berarti. Pada separuh kisah gelap, aku butuh cahaya meski dengan menatap kembali kedua bola mataku.

You'll be always in my Heart


Terasa perih dan asing dengan sesuatu yang baru.

Aku butuh itu!

Namun iakah?
Jika yang diharapkan pun menjadi sebaliknya?

Apakah salah jika selama ini aku telah bangga dengan segala kebingungan karenaku sendiri, tertawa tanpa perlu melihat siapakah yang temaniku, pun menangis tanpa perlu takut tak ada yang kanmengusap air mata. Aku bahagia, walau dalam gumaman!



Kekuatanku hanya pada siapa yang mampu membuatku tertawa kembali, bersama tangisku. Dan jika itu bukan engkau, aku berterima kasih karena aku pun telah lama membanggakanmu! dan engkau bukan cermin pada garis cahaya gelapku

Thursday, December 14, 2017

Ngampus

ini kita, dan karena keisengan satu-satunya orang yang mengerti tentang apa yang sebenarnya kita rasa, dia yang selalu ada untukmu, disaatku tak mampu temukan bayangmu disisiku.

hahaha, aku sering berpikir lucu tentang kita, seperti yang pernah orang lain herankan tempo hari, "sampeyan ma' bisa mbak andi' bekal kadi kassa?" pertanyaan biasa namun jika dipikir bisa menjadi sangat sensitif. tapi kita sangat menikmatinya. seperti yang sering aku katakan padamu, "Aku mencintai apa yang ada padamu!" bahkan engkaupun telah melontarkan hal yang sama.

lagian tidak perlu ada yang kita sembunyikan tentang salah satu diantara kita, aku tahu kamu, engkau pun telah lama mengerti keberadaanku. kita berjuang bersama untuk mendapatkan kebahagiaan kita, suatu hari, bersama, selamanya.


tidak ada yang perlu kita simpan, selain perasaan dan keyakinan yang harus tersimpan rapi dan kita jaga dalam hati kita masing-masing.

I love you just they way you are, Ris!

Friday, November 3, 2017

My Beloved, Ris!

ada, dan mungkin tidak sedikit jumlahnya, tapi bukan untuk itu kita bertanya, melainkan untuk menjawab pada mereka bahwa, inilah kita!
tidak perlu, dan biarkan olokan hanya pengantar lelap sebelum esok kita kembali membuka mata. aku, kamu; kita dan mereka sama-sama punya cerita yang untuk ujungnya pun belum jelas arahnya. tinggal bagaimana untuk saling bercerita jika aku dan kamu adalah kita yang telah bersama mendapatkan bahagia.
tidak untuk saling memuji, terlebih hanya ungkap rayu melampiaskan diri. kejujuran adalah apa yang kini sama kita pegang. aku percaya kamu, kamu mempercayaiku, jadi untuk apa ada kebohongan yang justru akan membuat jarak kita semakin berjauhan?

ini kita; apa adanya!

neng, aku dan kamu adalah apa yang tuhan maksudkan dari kata JODOH.

Monday, May 15, 2017

Me

Mencoba kembali
belum menyerah untuk tetap berbagi
meski kadang tak dapat dihargai.

khalil djazoely